Dinas PUPR Kab. Blitar Sudah Perbaiki 200 Titik PJU yang Rusak

    43
    Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Sugeng Winarno

    Blitar (Swaranews) – Sejak awal tahun 2018 hingga saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar sudah melakukan perbaikan kurang lebih 200 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang rusak dan tersebar di masing-masing rayon yang ada di wilayah Kabupaten Blitar, kerusakan tersebut salah satunya, meliputi kerusakan tiang, gangguan lampu, maupun gangguan jaringan PJU. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Sugeng Winarno, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (07/05).

    Sugeng Winarno, mengungkapkan perbaikan PJU yang rusak seperti yang baru saja dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Blitar salah satunya seperti yang terjadi di wilayah Nglegok akibat diterjang bencana angin puting beliung, yang mengakibatkan 5 tiang dan lampu PJU mengalami kerusakan, dan secepatnya kami tangani, karena keberadaan PJU dinilai sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat, bahkan bisa meminimalisir angka kecelakaan bagi pengguna jalan yang menjalankan aktifitasnya di malam hari.

    Ditambahkannya, bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar dalam penanganan Penerangan Jalan Umum (PJU) dibagi menjadi 4 rayon, yakni rayon Srengat, rayon Sutojayan, rayon Wlingi dan rayon Blitar.

    Sugeng juga menambahkan, untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Blitar, Dinas PUPR Kabupaten Blitar berencana pada tahun 2019 nanti akan mengajukan sebuah aplikasi pelaporan tentang PJU yang ada di Kabupaten Blitar, dan jika aplikasi tersebut disetujui, maka akan mempermudah masyarakat untuk melaporkan kerusakan, gangguan lampu, maupun gangguan jaringan PJU.

    “Masyarakat cukup lapor terkait penanganan PJU di Kecamatan saja, dengan menunjukkan identitas pelapor seperti KTP maupun SIM, dan aplikasi tersebut nantinya otomatis akan langsung terhubung dengan Dinas terkait”, tambah Sugeng Winarno.

    Dijelaskannya, bahwa selama ini penanganan PJU pihak masyarakat yang melaporkan jika terjadi kerusakan PJU hanya melalui telpon, surat dan radio, yang dinilai kurang efektif dan terkadang pelaporan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

    “Mudah-mudahan aplikasi tersebut sudah bisa terealisasi di tahun depan, jadi masyarakat akan lebih mudah pelaporannya cukup datang di Kecamatan saja dengan menunjukkan identitas pelapor”. Pungkasnya. (Rd/Adv).