Bekerja, Lupakan Janji Kampanye

133
Oleh: Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes Direktur LPIK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Managing Director Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia.

Oleh: Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes
Direktur LPIK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Managing Director Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia.

Betapa banyak merasa tak berdosa manusia membuat janji saat kampanye atau apapun. Sehari hari. Janji janji itu dibuat indah seolah filosofis bermakna.

Janji janji itu ada yang berbentuk slogan, visi, misi dan lain lain yang menggiurkan. Janji janji itu menimbulkan harapan masyarakat luas bahwa ke depan meraih masa depan cerah. Setelah ditunggu bertahun tahun hanyalah pepesan kosong.

Berbagai kata kata janji yang pernah terpublikasi luas “sekolah gratis”, “kesehatan gratis”, “genersi emas”, “menjadi Indonesia emas”, “memberantas kemiskinan”, “membuka lapangan kerja”, termasuk “revolusi mental” dan sebagainya.

Itu kata kata selalu muncul saat ini dan sejak bertahun tahun dulu. Nyatanya, malah semakin banyak yang tak gratis, kemiskinan masih, pengangguran masih,  jumlahnya juta-an orang miskin dan nganggur. Justru yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.

Mental bobrok pun masih banyak, itu para koruptor yang masih dikejar kejar komisi pemberantasan korupsi (KPK). Bahkan para koruptor tak tertangkap pun tidak sedikit, sampai kasusnya dipetieskan alias dibekukan, belum tuntas.

Membuat janji dengan kata kata harapan indah, ampuh digunakan meraup suara. Setelah mendapat suara terbanyak menjadi bos, mereka sibuk. Salah satu kesibukannya adalah membuat abstraksi logika yang masuk akal agar tak tampak untuk untuk mengingkari janjinya.

Lupakan semua janji palsu itu. Mengejar janji sama dengan mengejar angin. Tak akan sampai, malah lelah.

Sebaiknya kita belajar menjadi diri kita sendiri (learning to be). Berbuat yang bisa diperbuat sepajang baik dan halal, lakukanlah. Bekerjalah sambil belajar. Anggaplah bekerja adalah belajar. Bekerja adalah belajar yang mendapat upah keuntungan. Dengan demikian akan menjadi berkembang.

Berbuat, bekerjalah. Bisa diciptakan sendiri sesuai potensi talenta sendiri dan peluang. Kemampuan menjual (marketing) sangat utama penentu keberhasilan usaha Anda.

Tingkatkan kepribadian diri. Jangan sakiti hati orang lain. Bermoral. Jika itu ada pada diri, kita bisa bersinergi dengan siapa saja dalam usaha.

Selamat belajar dalam bekerja jangan mengejar dan terbuai janji. Janji janji tingalah janji.

————-