Implementasi dan Strategi Mengoptimalkan Budaya K3 di Sekolah

246

Oleh : Jaenuri  (Guru SMA Negeri 1 Gresik)

Email : j4en74@gmail.com

 

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kita sering melihat slogan itu di depan perusahaan industri. Tujuan utama dari K3 adalah untuk menghindari dan mencegah kecelakaan kerja terhadap pekerja agar tidak mengalami cedera. Budaya K3 merupakan suatu perubahan sikap dan perbuatan menuju pada keselamatan, kesehatan kerja seseorang dan orang lain sekitar kita. Dalam dunia pendidikan K3 sangatlah diperlukan, K3 dalam pendidikan dimaksudkan agar siswa menjaga keselamatan di jalan dan di sekolah khusus pada saat praktikum.

Pendekatan yang digunakan dalam mengoptimalkan budaya K3 dalam sekolah dengan melakukan pendampingan dan diperlukan konsep baru di era digital. Di kalangan siswa sangat akrab dan tidak bisa dipisahkan dengang media sosial “LINE, WA dan sejenisnya”. Guru haruslah mengikutinya dengan bergabung di grop kelas. Dari grop line kelas maka pendekatanya lebih simpel dan mudah. Satu kali posting antar siswa sudah saling mengingatkan, guru sudah dimudahkan dengan menyampaikan pesen K3. Berbagai media gambar atau visual mudah untuk di tangkap bagi mereka.

Langkah dan Upaya Membudayakan  K3

  1. Meningkatkan pemahaman pengetahuan K3 pada siswa pada setiap mata.
  2. Kepala sekoah bersama guru BK, wali kelas selalu menyampaikan betapa penting budaya K3
  3. Mengkondisikan laboratorium sesuai standart praktikum
  4. Pemenuhan sistem ventilasi udara, sistem penerangan, dan suhu ruang dengan menjaga kualitas peralatan praktikum.
  5. Pemasangan simbol-simbol/gambar K3 lengkap dengan keterangan
  6. Standarisari Laboratorium sesuai dengan sistem manajemen Standart Nasional Indonesia (SNI) dan Internasional Standart Organization (ISO) 9001:2008.
  7. Penataan alat dan bahan dengan sistem pengkodean
  8. Berikan Penomoran rak atau almari tempat penyimpanan alat dan bahan.
  9. Berilah kode barang dan administrasikan dalam sebuah pembukuan
  10. Adminstrasikan segala dalam kartu kendali mutu.
  11. Pembiasaan pada pemakai laboratorium untuk mengembalikan peralaatan sesuai kode dalam kondisi semula.
  12. Sediakan peralatan perlindungan diri yang mewadahi
  13. Ketersedian peralatan untuk melindungi diri seperti jas, masker, sepatu, pemadan kebakaran dan kotak P3K
  14. Berikan petunjuk penggunaan alat sebelum praktikum sekaligus sistem pertolongan jika terjadi kecelakaan kerja
  15. Kompetisikan setiap hasil praktikum
  16. Sebagai bahan evaluasi ketercapaian indikator pembelajaran
  17. Ikut sertakan setiap proyek siswa dalam berbagai kompetisi untuk menggapai prestasi
  18. Bangun Jejaring
  19. Bergabung dengan grop di jejaring media sosial.
  20. Membangkitkan diskusi ringan sebelum menuju laboratorium

 

Dampak K3 bagi Sekolah

Dampak langsung dari mengoptimalkan budaya K3 pada siswa sekolah : a) Siswa lebih memahami betapa penting dan bermaknanya K3. b) Selalu membaca dan memahami petunjuk K3 sebelum menggunakan peralatan. c) Kecerobohan siswa dalam menggunakan alat yang menggunakan kelistrikan dapat diminimalisir. d) Siswa dapat menemukan sesuatu yang baru atau mampu mengembangkan karya yang telah ada di pasaran. e) Lebih bersemangat mengadakan uji coba berbagai bahan yang inovatif, f) Karya siswa semakin variatif

 

Alternatif Pengembangan

Alternatif mengoptimalkan budaya K3 dengan bekerja sama dengan ekstra kurikuler sekolah. Berkaloborasi antara guru dengan guru, guru dengan pelatih dan pembina ekstra. Jika diperlukan membuat kerja sama dengan pihak ketiga (asuransi jiwa) seluruh warga sekolah. Asuransi jiwa dimaksudkan untuk mengurangi beban biaya jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja. Perlindungan yang diberikan pada siswa dan seluruh warga sekolah mulai dari berangkat ke sekolah sampai pulang di rumah.

Perlunya dibuat batasan-batasan dalam jejaring untuk menyampaikan pesan-pesan terkait K3. Janganlah sampai membuat postingan gambar atau vidio yang tidak terkait dengan K3. Rambu-rambu atau unggah-ungguh tetap diperhatikan. Jangan sampai kebablasan sampai ada anggota grop tersinggung. Betapa pentingnya mengimplementasikan K3 dengan strategi pendekatan jejaring media sosial. Membudayakan K3 melalui pendekatan media sosial lebih efektif dan mampu menghasilkan karya siswa. Perlunya menyampaikan gambar atau vidio dalam grop media sangat membantu dalam pelaksanan pembelajaran. Dukungan seluruh stage holder sekolah mampu membawa suatu perubahan dan kepedulian pada lingkungan, membuang sampah tidak sembarangan.

 

Manfaat

Manfaat yang bisa kita ambil dari membudayakan K3 untuk pendidikan

  1. Guru : Sebagai guru dalam menyampaikan pesan K3 sebaiknya memberikan contoh dan tauladan seperti pesan Ki Hajar Dewantoro “ Ing Ngarso Sung Tuladho”. Namun pada waktu guru berada dalam grop jejaring “Ing Madyo Mangun Kaso, guru wajib mendengarkan keluhan siswa untuk perbaikan pelaksanaan budaya K3. Disertai batasan-batasan norma sebagaimana harapan pendidikan karakter.
  2. Siswa : Siswa merasa nyaman jika terjadi ketidaktahuan pada peralatan yang belum mampu untuk di fahami. Menjadikan sarana berdikusi antar teman dan guru pendamping. Kebersamaan guru dan siswa inilah yang menjadi motor pemicu segala perubahan K3 dalam lingkungan sekolah. Siswa lebih peduli jika terjadi sesuatu yang bertentangan dengan K3.
  3. Sekolah : Sekolah dapat segera mengetahui keluhan siswa dan warga sekolah dalam mengoptimalkan budaya K3. Sekolah juga bisa dijadikan rujukan bagi sekolah lain untuk menjalankan K3. Menjadi sarana kekompakan tim dalam melaksanakan budaya K3.

# SALAM SUKSES # SEMOGA BERMANFAAT #