*Antisipasi Adu Domba Antar-Agama Zulhasan Deklarasi Gerakan ‘Kami Indonesia’

229

JAKARTA (Swaranews) –Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan), bergerak cepat menghadapi maraknya upaya adu domba antar-umat beragama. Bersama Mahasiswa dan elemen masyarakat, Zulhasan mendeklarasikan gerakan ‘Kami Indonesia’.
Deklarasi dilaksanakan di Aula Ahmad Sanusi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Selasa (13/2). Gerakan ini akan dideklarasikan di seluruh Indonesia. Rencananya Rabu hari ini (13/2) deklarasi akan dilaksanakan di Ambon.
Pada deklarasi di Bandung hadir mantan ketua KPK Abraham Samad, anggota DPD Jawa Barat Oni Suwarman, anggota DPD Asri Anas, Wakil Rektor UPI Dr. Solehuddin, Komedian sekaligus pegiat budaya Deddy Miing Gumilar, dan ratusan mahasiswa UPI dan kampus lain di Bandung.

Zulhasan menegaskan bahwa Deklarasi Kami Indonesia merupakan respons terhadap kekerasan yang dialami tokoh-tokoh agama akhir-akhir ini.
Di Jawa Barat terjadi penyerangan terhadap KH Emron Umar Basry (pengasuh Ponpes Al-Hidayah Cicalengka) dan Ustad Prawoto (tokoh Persis), dan kekerasan di Gereja Lidwina, Yogyakarta, serta beberapa tempat lainnya.

Menurut Zulhasan, serangan terhadap tokoh agama adalah upaya untuk mengadu domba umat-beragama. “Harus kita lawan,” tegas menteri kehutanan era Presiden SBY ini.

Zulhasan meyakini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, bangsa yang umatnya tidak mudah terpancing untuk diadu domba.

“Kami meyakini bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan tidak akan terpancing. Oleh karena itu saya bersama semuanya menyampaikan ikrar deklarasi Kami Indonesia ini,” kata Zulhasan.

Ditambahkan, gerakan Kami Indonesia akan terus diperluas ke seluruh Indonesia untuk merajut kembali merah putih yang terkoyak. “Setelah Jawa Barat menyusul Ambon, dan kota-kota besar di seluruh Indonesia. Kita lawan adu domba dengan gerakan persatuan,” tegasnya.

Mengenai penanganan kasus kekerasan terhadap tokoh-tokoh agama, Zulhasan menghimbau masyarakat untuk menyerahkannya kepada polisi. “Serahkan kepada polisi, kami yakin polisi akan bertindak profesional,” pungkas Zulhasan.()