Pemkot Blitar Ajarkan Peduli Lingkungan Sejak Dini

    300

    KOTA BLITAR (Swaranews) – Pemerintah Kota Blitar terus mendorong sekolah – sekolah di Kota Blitar untuk menjadi sekolah adiwiyata. Tahun ini ada 6 (enam) sekolah yang diajukan sebagai sekolah calon adiwiyata tingkat provinsi yakni MI Hidayatullah, MI Nurul Huda, SDN Tanjungsari 2 dan SD Alam Al Ghifari serta satu sekolah di tingkat SMP Yaitu SMP Negeri 6. Sebelumnya, telah ada beberapa sekolah di Kota Blitar yang menerima predikat adiwiyata tingkat nasional di antaranya SD Santa Maria dan SDN Sananwetan 2. Sekolah lain di Kota Blitar yang juga menerima penghargaan adiwiyata adalah SMA Negeri 2 dan MI Perwanida.

    Wakil Wali Kota Santoso menilai sekolah-sekolah yang diajukan ini terus diupayakan agar memenuhi syarat menjadi sekolah adiwiyata. “Program adiwiyata memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Karena akan mendorong sekolah-sekolah agar dapat turut melaksanakan upaya-upaya pemerintah menuju pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang. Melalui program ini diharapkan dapat diperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman, dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan”, jelas Wawali saat menerima tim verifikasi calon sekolah adiwiyata di MI Hidayatullah Kota Blitar, Selasa (10/10).

    Di tengah keadaan Kota Blitar yang cenderung urban ini diperlukan berbagai pendekatan dan strategi pembangunan yang ramah lingkungan. “ Hal ini biasanya akrab disebut dengan konsep tata pemerintahan yang berwawasan lingkungan (good environmental governance)”, ungkap Wakil Walikota. Dalam dokumen RPJP daerah Kota Blitar tahun 2005 – 2025 terumus tegas bahwa tiga kata terakhir dalam visi Kota Blitar adalah berwawasan lingkungan hidup.
    Di dalam misi ke – 4 juga disebutkan secara tegas bahwa model kota yang diharapkan bersama adalah kota yang nyaman melalui penciptaan lingkungan yang kondusif. Salah satu hasil kerja nyata pemerintah kota blitar adalah diraihnya penghargaan adipura selama 13 tahun berturut-turut, termasuk adipura tahun 2017 yang kriterianya sangat ketat akan tetapi Kota Blitar tetap dapat mempertahankan Piala Adipura.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Blitar juga menggelar sosialisasi ecopesantren yang diikuti pengelola pesantren se – Kota Blitar. “Kami yakin bahwa ajaran agama telah mendidik umatnya untuk menjaga dan melestarikan serta tidak melakukan pengrusakan terhadap alam. Kami berharap konsep ecopesantren ini dapat diterapkan di pesantren – pesantren di Kota Blitar dan diajarkan kepada para santri. eco pesantren mempunyai definisi sebagai lembaga pendidikan islam yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan hidup. saya yakin beberapa pesantren secara prakteknya sudah menerapkan ecopesantren, namun agar konsepnya terintegrasi maka konsep ecopesantren ini perlu kita pelajari  secara menyeluruh” jelas Asisten administrasi Umum dan Pembangunan Setija Basuki.

    Setija Basuki menambahkan para santri diharapkan  mendapatkan pembinaan dan pendampingan, pembentukan bank sampah, pengembangan sistem pengumpulan sampah, pelatihan dan pembuatan materi komunikasi dan terintegrasi dengan tata cara mengelola sampah dan lingkungan yang lainnya misalnya komposting, biopori, daur ulang dan urban farming. komitmen lain pemerintah kota blitar untuk mengenalkan peduli lingkungan sejak dini juga terwujud melalui pembentukan saka kalpataru.  (Hms/ADV)