Tim Dakota Usung Semangat Kebersamaan

79
Tim Futsal Dakota saat berlatih di Mangga Dua Surabaya. / Foto : Bachan

SURABAYA (Swaranews) – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus mematangkan persiapan turnamen futsal antar-Pokja Wartawan Piala Gubernur Jatim 2017. Rencananya turnamen ini diikuti 16 tim.

“Kami agendakan kuota tim peserta turnamen futsal antar-Pokja Wartawan Piala Gubernur Jatim ini diikuti 16 tim. Beberapa tim Pokja dari Surabaya sudah memberi konfirmasi keikutsertaan, bahkan ada beberapa tim dari luar Surabaya juga sudah memberi konfirmasi akan ikut,” beberapa hari yang lalu.

Salah satu peserta yang sudah memastikan diri untuk berlaga adalah Tim Pokja Wartawan Dewan dan Pemerintah Kota Surabaya (Dakota). Tim yang dikoordinir oleh Maulana (Kapokja Dewan) dan Roby (Kapokja Pemkot) ini  mengusung semangat kebersamaan Wartawan.

“Momen ini adalah saatnya mempersatukan teman-teman Wartawan, disitulah kita tingkatkan rasa kebersamaan. Dimana Lomba Futsal antar Kelompok Kerja (Pokja) adalah berkumpulnya teman-teman Wartawan,” ujar Maulana di sela latihan Tim Dakota, Jum’at (8/9/2017).

Motivasi kedua, masih kata Maulana, adalah menggalakkan olah raga di lingkungan Wartawan. Sebab, kalau tidak ada kegiatan seperti ini, kadang para pencari berita lupa untuk berolah raga.

“Kita tanamkan pada diri kita akan pentingnya menjaga kesehatan dalam hidup ini.,” imbuh pria yang akrab disapa Inyong ini.

Dia menambahkan bahwa hal yang tak kalah pentingnya di setiap kegiatan pertandingan adalah menjunjung tinggi sportifitas. Inyong mengatakan bahwa target dari Pokja Wartawan Dewan dan Pemkot Surabaya (Dakota) tetap ada. Pria yang bertahan dengan rambut gondrongnya ini menyatakan bahwa pihaknya menargetkan minimal Tim Futsal Dakota lolos ke semi final dalam lomba tersebut.

“Jadi menang kalah itu kan sebuah pertandingan ya. Kita target awal paling tidak lolos ke semi final,” jelasnya.

Ditanya terkait kemungkinan terjadinya gesekan antar tim, Inyong menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada perangkat pertandingan.

“Nah, jalannya pertandingan kita serahkan kepada perangkat pertandingan seperti wasit dan panitia. Kami berharap masalah di lapangan selesai di lapangan. Tidak usah dibawa keluar. Itu saja kuncinya,” beber Maulana.  (mar)