Ansor Surabaya Tolak Wacana Penurunan Pajak Hiburan

    80
    Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, H. Faris Afif. /Foto : Bachan

    SURABAYA (Swaranews) – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surtabaya berkunjung ke  Kelompok Kerja (Pokja) wartawan DPRD Surabaya. Para Pengurus yang baru dilantik ini melakukan perkenalan jajarannya dengan para Jurnalis yang ngepos di dewan.

    Menurut Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, H. Farid Afif  bahwa kehadiran mereka ke Pressroom dewan ini adalah bersilaturrahmi dengan Wartawan yang ada. Dia berharap agar jajaran pengurusnya dapat menjalin komunikasi yang baik dengan insane media.

    “Kami berharap agar pertemuan ini bisa menjadi awal kerjasama yang baik, karena kami yakin bahwa sektor informasi yang dalam hal ini menyangkut para insan media merupakan faktor penting bagi pembangunan Kota Surabaya,” ucapnya kemarin.

    Pada pertemuan yang berlangsung akrab itu, H. Farid Afif juga sempat menyampaikan keluhannya terkait kepemimpinan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya dua periode yang dinilainya belum menyentuh keberadaan OKP di Kota Surabaya.

    “Kami masih merasakan jika keberadaan OKP di Kota Surabaya belum disentuh oleh Ibu Wali Kota. Padahal sebelumnya sangat hidup, bahkan saya terkesan jika keberadaan OKP di wilayah Surabaya sepertinya sengaja dibuat tidak muncul, dan saat kami melakukan pertemuan beberapa minggu lalu, ternyata pendapat saya ini juga disepakati oleh beberapa OKP lainnya,” jelasnya.

    Padahal, lanjut dia, keberadaan OKP di Kota Surabaya ini mestinya dijadikan garda terdepan bagi Pemkot Surabaya, karena akhir-akhir ini banyak berita-berita hoax di berbagai medsos yang mayoritas penggunanya adalah kuam muda seperti kami-kami ini.

    “Terkait hoax, di kepengurusan yang baru ini kami juga sudah membentuk tim siber yang tujuan dan fungsinya menyaring seluruh pemberitaan di medsos, jika ternyata hoax, maka kami bisa turut berperan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, utamanya kaum muda,” tandasnya.

    Selain itu, Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya juga menyikapi wacana penurunan pajak Rumah Hiburan Umum (RHU) berupa karaoke keluarga di kota pahlawan. Dirinya berharap agar wacana penurunan pajak karaoke keluarga ini dibatalkan. Dirinya menilai rencana tersebut sangat tidak relevan.

    “PC GP Ansor Surabaya menolak keras rencana penurunan pajak hiburan ini,” tegas Pria yang akrab

    Oleh karena itu Pengurus PC GP Ansor berharap Komisi A bisa memfilter dampak dan efek samping bagi generasi muda di Surabaya, jika pajak karaoke keluarga jadi diturunkan.

    “Kalau sampai pajak itu diturunkan, kenakalan remaja di Surabaya pasti akan meningkat,” tegasnya.

    Afif menilai bahwa sesungguhnya label rumah keluarga dan karaoke dewasa itu pada prakteknya sama saja. Dia menyatakan bahwa hal itu bukan tanpa sebab. Bahkan Ketua PC GP Ansor Surabaya ini membeberkan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran ke tempat-tempat dimaksud.

    “Pada intinya sama saja. Meski namanya karaoke keluarga, di dalamnya ya layaknya karaoke dewasa. Itu berdasarkan penelusuran yang kita lakukan,” imbuh Afif.

    Atas pertimbangan itu, PC GP Ansor mendorong Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berfikir logis dengan menolak wacana penurunan pajak ini. Mengingat, tidak semua pemuda di Surabaya memiliki basis Agama yang mumpuni.

    “Harusnya Komisi A bisa bersikap tegas menolaknya. Karena efeknya sangat luar biasa,” tegasnya.

    Apabila ada undangan terkait untuk itu, Afif mengaku bahwa pihaknya siap memberikan masukan baik kepada eksekutif maupun legislatif.

    “Saran saya, kalau bisa pajak daerah di Surabaya disamakan dengan karaoke yang besar-besar. Harapannya, siapapun yang mau ke sana akan berfikir ulang,” tukasnya. (mar)