Poros PKB dan PDIP Bukan Penentu Pilgub Jatim -oleh M.Mufti Mubarok Direktur Lembaga Survei Regional (LSR)

447

KABAR Gus Ipul mendapat restu dari ibu Megawati, bukanlah hal signifikan. Pasalnya hampir semua Pilgub se Indonesia kemarin. PDIP sebagai partai penguasa gagal memenangkan gubernur. Lihat DKI dan Banten serta provinsi besar lainnya.

Untuk Jatim. 2 kali PDIP ikut pilgub hasilnya peringkat 3 . Dan PKB dua kali ikut pilgub di Jatim hasilnya peringkat 2.

Kenapa PDIP dan PKB kurang menarik? Jawabannya tentu kedua partai ini kurang total untuk pigub. Orientasinya hanya untuk legislatif. Karena legislatif sangat beda dengan pilgub. Legislatif butuh  proaktif. Pilgub butuh interaktif.

Head to head antara Bu KIP (Khofifah Indar Parawansa) dan pak De (Soekarwo) 2 kali sejatinya berimbang kalau tidak dicurangi. Bila sekarang gus Ipul wagub maju gubernur, sejatinya waktunya sudah lewat. Mestinya gus Ipul maju pilgub  pemilu lalu. Artinya banyak sekali pilgub di mana-mana wakil gubernur maju jadi gubernur kurang banyak yang berhasil. Karena sejatinya wakil itu kurang berfungsi .
Lalu siapa yang berpeluang. Yang berpeluang adalah tetap Poros Tengah.

Partai-partai tengah yang lincah memainkan manuver-manuver atraktif.

Gerindra, Golkar. PKS, PAN, PPP adalah partai yang akan menjadi penentu. Pengalaman mengusung calon baru di beberapa provinsi menang. Lihat DKI dan  Banten. Dll.
Jadi Siapa yang berpeluang. Kalau Gus Ipul, Bu KIP dan La Nyala Mattaliti (LNM) maju dalam pilgub mendatang.  Maka bila NU tidak bersatu, calon alternatif dan potensial seperti Pak LNM akan berpeluang. karena Pak Nyala tokoh nasionalis. Dan bisa mengambil suara NU yang swingnya cukup besar.
Bila dipaksakan 2 atau 3 paket cagub dan cawagub. Maka peluang cawagub menjadi penentu. Cawagub yang paling potensi adalah Hasan Aminuddin, Tri Risma, Azwar Anas. Di susul Kanang, Ipong,  Elmy Dardak dan Masfuk.

Jadi intinya senyampang perang partai dan perang cagub. Perang cawagub sangat menentukan. Karena suara cawagub menjadi penentu.

Setidaknya ada 4 hal yang menjadi penentu kemenangan Pilgub Jatim.

Pertama. Yang memiliki dana. Kalau di bandingkan secara individu. Gus Ipul. Bu KIP dan Pak LNM. Pak LNM dan Bu KIP paling berpeluang.Gus Ipul biasa biasa. Kita belum tahu siapa bandar Gus Ipul.

Kedua. Dari dukungan partai. Gus Ipul paling berpeluang. Disusul KIP dan LNM

Ketiga. Harus di didukung Pak De. Bagaimana pun peran Pak De sangat dominan. Mesti Pak De agak condong ke Gus Ipul tapi Pak De juga main mata dengan KIP dan LMN. Artinya bisa bisa Pak De netral. Tergantung arah angin. Dan tingkat save-nya dukungan pak De masih di last minute.

Ke empat. Secara kultur Gus Ipul menguasai sebagian Ansor dan NU struktur. Sementara bu KIP  lebih menguasai Muslimat dan Fatayat serta NU kultur. Sedangkan pak LNM bisa bergerak ke mana- mana baik dari NU maupun elemen lainnya. Jadi yang diuntungkan pak LNM.

Kesimpulan sementara 3 cagub Jatim, sangat berpeluang semuanya. Tergantung tsunami politik di 3 bulan terakhir nanti. Salam Pilgub Jatim.