Pemkot Surabaya Kembali Gelar Bursa Kerja Terbuka

    58

    SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menggelar bursa kerja terbuka di tahun 2017 ini. Kali ini, bursa kerja terbuka digelar di Gedung Wanita Candra Kencana di Jalan Kalibokor Selatan, Surabaya, 22-23 Agustus 2017.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, Dwi Purnomo mengatakan, bursa kerja terbuka kali ini merupakan kegiatan kelima kali yang digelar Disnaker di tahun ini. Dwi menargetkan menargetkan akan menggelar tujuh kali bursa kerja terbuka di sepanjang tahun 2017 ini.

    “Untuk bursa kerja terbuka selanjutnya akan digelar bulan depan,” ujar Dwi Purnomo.

    Menurut Dwi Purnomo, ada 40 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam bursa kerja terbuka kali ini. Perusahaan yang berdomisili di Surabaya tersebut diantaranya dari sektor industri perdagangan, perhotelan, sektor angkutan, dan juga sektor jasa. Dari 40 perusahaan tersebut, ada sekitar 1500 lowongan kerja yang dibutuhkan. Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut meliputi tenaga profesional berupa teknisi dan programmer, lalu tenaga tata laksana seperti HRD dan juga tenaga usaha produksi.

    Agar bursa kerja terbuka tersebut tepat sasaran, Disnaker sejak dua bulan lalu telah melakukan woro-woro ke kecamatan, bahkan ke kelurahan. Karenanya, bursa kerja terbuka ini diserbu oleh ribuan pelamar kerja. Untuk memudahkan pendataan, panitia membuka dua ‘jalur’ bagi pelamar yang ber-KTP Surabaya dan mereka yang ber-KTP luar Surabaya.

    “Hingga kemarin, yang sudah mengambil formulir sudah ada sekitar 5000 pelamar kerja. Selain dari Surabaya, juga ada yang dari luar kota,” sambung Kadisnaker.

    Dwi Purnomo menjelaskan, tujuan digelarnya Bursa Kerja Terbuka ini untuk mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dan setiap bursa kerja terbuka digealr, ada cukup banyak perusahaan yang berpartisipasi.

    “Banyak perusahaan ikut berpartisipasi, Insya Allah ini pertanda ekonomi di Surabaya terus berkembang. Mudah-mudahan apa yang diinginkan masyarakat bisa terlayani dengan baik,” sambung Dwi.

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sambutannya ketika membuka bursa kerja terbuka, menyampaikan tentang pentingnya bekerja secara maksimal. Wali kota seolah memotivasi anak-anak muda yang tengah berikhtiar mendapatkan pekerjaan. Bahwa, kelak ketika sudah bekerja, mereka jangan sekadar bekerja.

    “Tapi lakukan yang terbaik. Berikan yang terbaik dari diri kita. Jangan menganggap kerja hanya rutinitas, jangan berpikir “saya hanya pegawai”. Tapi berpikirlah untuk membuat inovasi,” ujar wali kota.

    Wali kota juga mengingatkan bahwa di era globalisasi seperti sekarang, warga dunia bisa masuk ke Surabaya. Bila warga Surabaya tidak hati-hati dan menyiapkan diri, warga Kota Pahlawan bisa tersingkir di rumah nya sendiri.

    “Kita harus bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Gunakan nalar. Jangan biasakan bilang ‘biasanya seperti ini’,” sambung wali kota.

    Merespons pernyataan wali kota, Dwi Purnomo menyebut bahwa selama ini, Disnaker Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Surabaya melalui berbagai pelatihan kerja dan juga sertifikasi. Harapannya, generasi muda di Surabaya bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang di era keterbukaan seperti sekarang, tidak ada batasan untuk masuk.

    “Diharapkan dengan adanya pelatihan dan sertifikasi, kemampuan SDM makin bertambah sehingga bisa bersaing dengan tenaga kerja asing. Syukur-syukur kita bisa di atas mereka. Seperti pesan bu wali, jangan sampai era globalisasi ini membuat kita jadi penonton di kota sendiri,” terang Dwi. (mar)