Apa sih Kasih itu.. Adalah mendung yang menyertai mu

70

oleh: Gus Nuril

YA banyak orang mengucapkan Ar Rahman, atau Kasih, sebagai hukum tertinggi Allah, namun banyak yang sesungguhnya tidak faham apa sesungguhnya kasih itu. Maka berbahagialah engkau yang di tempeli Ruh Rabbani yang bernama kasih. Engkau akan selalu menjaga kasihmu tanpa pamrih. Engkau memberi tanpa mengharapkan ucapan terima kasih.

Salah satu guru ibnu Arrabi yang tetkenal dengan sebutan syeikhuna ibnu Madyan,itu memberikan contoh kasih atau sifat Illahiyah Ar Rahman itu dengan mengajak sang murid menembus belantara pohon onak dan duri, mengendarai kuda pacu. Syeikhona demikian tergesa karena mendengar keluhan negeri tetangganya kehabisan air, dan hujan tidak kunjung datang.

Setelah di ujung negeri, sang guru berkata kepada  Ibnu Arabbi ;
” coba lihat kaki mu,”
maka secara reflek ibnu Arrobi melihat kaki nya. Utuh, hanya jubah dan sepatunya tidak berbentuk lagi, koyak moyak celana pembungkus kaki, karena menerjang onak dan duri.

“Itulah kasih Tuhanmu, karena engkau thoat mengikuti ajakan gurumu, maka Allah mengasihi mu,” tambah Ibnu Madyan

” Tetapi kenapa kaki syeikhuna  juga tidak terluka , bahkan baju dan kasut serta jubah mu juga tidak koyak, seperti baju ku bagian bawah. Padahal menerobos, dan membuka jalan ku melewati hutan onak perdu duri ?,” tanya Ibnu Arrobi

Di jawab;
” jika engkau menuruti ucapan guru mu , yang hanya mahluk, manusia saja , dilindungi kasih Allah, lha aku mendengar ajakan Allah dan mengikuti, sam’an wa thoatan, mana mungkin tidak lebih dilindungi oleh Nya.?

Ketahuilah wahai yang wahai  Iman itu segalanya,dan engkau akan selamat atau tidak selamat karena imanmu. Pertolongan Allah juga secepat cahaya yang di pancarkan oleh iman mu itu. Semakin besar iman mu , akan semakin besar kilatan cahaya mu. Maka  semakin besar kilatan cahaya iman mu , semakin cepet Allah menggapai mu. Dalam koridor Aman Nya. Damai Nya.

Sejurus kemudian, setelah tiba di pintu gerbang kota, Ibnu Madyan mengajak Ibnu Arabbi turun dari kuda untuk  menemui penjaga gerbang kota sebuah negeri yang mengalami kekering an dan tertimpa musibah dan nestapa. Kota kering kerontang, karena lama sekali tidak datang hujan.

Tetapi maksud baik kedua guru murid ini tidak di tanggapi seimbang oleh penjaga gerbang. Mereka para wali Allah yang ikhlas itu justru ditolak kehadirannya.  Mereka ini dianggap bakal menambah beban kota, apalagi melihat kuda yang di pakai tampak cukup kelahan dan kehausan. Untuk mencukupi kebutuhan penduduk negerinya akan air sudah tidak mampu apalagi di tambah dua ‘gembel’ dan dua ekor kuda nya.

÷ ” Maaf kota kami tidak membutuhkan orang orang sepertimu. Engkau sendiri saja miskin dan butuh pertolongan  kok , orang masih seperti mu mau menolong kota kami itu dengan nalar apa tho…he.”, kata penjaga gerbang kota.
× kami mau berdoa wahai penjaga kota.
÷ berdoa saja untuk ditimu sendiri, kata penjaga sembari mendorong Ibnu Madyan dan nenutup pintu

Ibnu Madyan lalu, keluar gerbang dan menggelar sorban di luar pintu, sembari tayamun ,lalu sholat dua rekaat. Tanpa menggubris dan membahas perlakuan kasar penjaga kota itu.. Setelah berdoa, sejurus kemudian langit nampak mendung dan hujanpun turun lebat.

Delapan (8) tahun tanpa hujan , berkat doa sang guru, Allah menurunkan rahmat. Selagi asyik merenungi kejadian demi kejadian, tiba tiba sang guru menggamit tangannya seraya berkata ; , wahai Ibnu Arrobi, mari kita pulang. Dan tanpa me nunggu jawaban dari ibnu Arrobi, sang guru sudah membalap kuda nya.

Ibnu Arrobi, geleng geleng kepala. Hmmmm Dia datang tidak di kehendaki, padahal berniat akan menolong. Setelah doanya di kabulkan dan tanpa menunggu, bahkan tidak membutuhkan ucapan terima kasih dari yang di tolong dia pergi..hmmmmmm betapa besar Ruh Rabbani yang bernama kasih yang dia sandang.

Maka utamakan kasih, tinggikan kasih. Engkau akan merasakan angin mengalun tanpa hent. Bahkan deburan ombak dalam gerak musisi dan hangatnya cinta yang berapi tanpa membakar. Karena engkau memasuki alam dimensi tiada batas. Itulah dimensi kasih.

Lalu seberapa besar kasih mu…? ? Masihkah sekat agama dan kepercayaan membatasimu?Masihkah belenggu kesukuan dan keluarga melekat dihatimu? Lewatilah gerbang manunggaling kawulo gusti. melalui pintu gerbangnya yang bernama kasih, atau Ar rahman..maka gulungan awan akan mengiringi mu membawa hujan rahmat..ke dunia ini, khususnya di hati mu…

Mako brimob kelapa dua depok
Menunggu jadwal bezuk adikku Ahok
Jakarta 22 Agustus 2017

Cah angon
( gus nuril Arifin husein )