Silaturahmi PSMTI Jawa Tengah dengan Patriot Garuda Nusantara

224

Oleh: Gus Nuril

Ya, benar, sesungguhnya di delapan penjuru angin, atau di delapan samodera membentang di alam semesta ini kita adalah saudara. Jika bukan saudara karena satu suku dan keturunan, kita adalah saudara se- agama. Jika dalam mahzab dan agama pun juga bukan, maka sekurang- kurangnya kita bersaudara dalam satu negara. “Right or wrong is my country”.

Namun jika satu negara pun bukan, berarti engkau harus yakin, bahwa kita saudara satu kemanusiaan. Dan dasar kemanusiaan inilah yang membuat Allah berkenan kepada mu. Meningggikan derajadmu dan memuliakan Ruh mu.

Lalu… untuk apa kita bertikai dan saling melukai?

Ambilah tanganku dan kita bersalaman, katakan apapun agamamu, apapun suku bangsamu, apapun pilihan partaimu, apa pun dan siapa pun pilihan bupati, gubernur dan presidenmu ,  engkau adalah saudaraku.

Maka malam kemarin (15/8) di pendopo Sulawesi, belakang pesantren, ketika mendengar kabar ada saudara saudara dari Semarang berkunjung, untuk mentaskhihkan kejadian patung di Tuban, kami merasa senang.

Sungguh kami senang rasanya, kedatangan rekan rekan Paguyuban  Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa  Tengah, yang dipandu oleh  salah satu ketuanya Twako Mahasuci.

Teman teman Tionghoa  yang rata rata beragama Kristen, Katholik ,Hindu dan Budha serta Tao itu, merasa prihatin dengan perkembangan hubungan kemanusiaan dan tata sopan santun dalam beragama di negeri kita akhir akhir ini. Wabil khusus , yang menyangkut ber munculannya di beberapa daerah , adanya protes dan atau pembrangus an keberadaan beberapa ornamen kelenteng di Indonesia.

Setelah mendengarkan keluhan, Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang dipimpin KH Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang dan Pondok Pesantren Abdurahman Wahid, Jakarta, berjanji akan melindungi saudaranya, tanpa membedakan suku bangsa dan agama, serta ras atau kepercayaan. Maka sebagai tanda persaudara an dan perlindungan. PGN secara simbolis menghadiahi kaos berlogo PGN  kepada pengurus PSMTI Jawa Tengah.

Diharapkan dalam waktu dekat akan dijalin kerjasama dan pelatihan kebangsaan tentang dasar-dasar negara kepada semua anggota, dan karyawan karyawan anggota PSMTI. Setelah dilakukan pelatihan ideolongi dan penyematan kartu anggota pada anak anak gereja, kelenteng dan vihara serta karyawan pabrik, dapat menjadi pagar yang kokoh bagi bangsa dan negara. Dapat berperan sebagai pelindung, Khususnya gereja, kelenteng, vihara dan pabriknya sendiri. Ini semua untuk mengantisipasi kemungkinan  ekses dari pesta politik di tahun 2019.