Ketika Umroh Jadi Komoditas (kado cinta buat sahabatku ES)

308

Oleh: Gus Nuril

KITA ini memang terlalu pelit dan kadang suka terjebak dalam kebodohan. Sehingga setiap saat masih saja menjadi korban penipuan. Baik penipuan yang bersifat keduniawian, sampai dengan modus yang dikemas dalam dagangan ke ukhrowiy-an.

Banyak sudah dan berulang kali, bermunculan biro wisata yang jahat murokab. Artinya jahat bertumpuk tumpuk, kejahatan ganda-ganda.

Kenapa dengan tambahan kata kata ganda dobel nulisnya? Karena pemilik biro travel itu layak di bakar massa, dibanding pencuri amplifair masjid, di Bekasi Jabar, atau koruptor Bank Century.

Coba pembaca  dan sahabat FB bayangkan,  betapa tidak masuk akal manusia kejadian ini. Di jaman yang katanya lagi musim Euforia “khilafah dan syariah ” di kumandangkan dimana mana dengan intonasi oktaf tinggi sekali, kok ada setan ..eeh ada biro  travel yang melakukan penipuan.. lebih aneh lagi, setan atau biro travel lacur itu setelah membajak bekal  jamaah  tamu tamu Allah, masih di bela-in oleh seorang tokoh terkenal, bahkan di zaman gus Dur bergelar ES (diplesetin jadi Eyang  Suharto ..heheheh)

Murah..

Kejadian ini sudah berulang ulang, tetapi saudara saudara muslim kita yang lugu atau memang kurang tahu, atau calon para jamaah itu tidak “kapok-kapok” juga. Mereka (calon jamaah umroh) itu bahkan seolah olah semakin berminat untuk di tipu.

Kenapa begitu….. para jamaah ini, selalu tergiur iming iming ongkos umroh murah. Padahal tidak ada umroh murah, apalagi dengan ” promosi ” tingkat kemurahan yang tidak masuk akal. Karena, semua itu ada perhitungan ongkos dan tarif. Semurah-murahnya umroh itu, tidak bisa melampaui standar baku nya

Dulu ada biro travel bernama Manajemen Iqro, korbannya ribuan, bahkan ada pengasuh pondok di Kabupaten Pati, dan Purwodadi, Jawa Tengah jadi korban sak jamaah santrinya. Juga ada biro travel bernama Linus Manajemen korbannya juga santri pondok pondok pesantren dan para kiyai pondok yang senantiasa tulus ikhlas, khusnudlon  pada setiap orang. Korbannya sampai wilayah jakarta. Bandung, Semarang, Surabaya dan Madiun .

Korban umroh murah tak bertanggung jawab ini sampai ke Kalimantan Utara, dan Kendal Jateng.

Kali ini ada First Travel yang di kelola oleh seorang anak muda bersama pasangannya mengeruk ratusan milyar kemudian …… bim salabim..hilang.

Belakangan, pasangan  anak muda ini di ketahui, jurus  penipuannya menggunakan kerudung ormas radikal. Ormas yang rajin demoo…Bahkan dia sangat masif menyerang pribadi Presiden Jokowi.

Bandit yang kekurang ajarannya “sangat pilihan” ini ternyata bersembunyi di balik sebuah ormas penyokong pendemo 212 kode buntut “wirosableng”,  bahkan ketika ketahuan membawa kabur uang jamaah ratusan milyar, dia juga menggunakan jasa seorang penasehat hukum penyokong demo yang sama.

Kebetulan saya secara pribadi kenal baik  penasehat hukum ini. Dia dulu aktif di kesatuan buruh muslim, kenalan saya itu bernama ES, saya memanggilnya Bang Eggy , atau mas Eggy

Piye Tho, bang?

Sebenarnya saya kurang mengerti tugas penasehat hukum itu memang selalu membela maling, penjahat, koruptor, bahkan antek setan yang membajak bekal kaum muslimin, saya gak mau mencampuri urusan mereka.

Hanya kadang masih belum mengerti dengan jalan pikiran orang orang yang rajin melakukan demo terhadap  “penghina surat al maidah 51”, sampai berjilid-jilid demo kode buntut itu dilakukan. Tetapi terhadap orang yang membawa kabur uang rakyat, menipu jelas-jelas dengan dan atas nama agama, per lakuannya berbeda.

Si Abang ini,… bukannya mencegah, atau tampil sebagai pembela kaum muslim, bertindak cepat dan tegas, dengan meminta Petugas keamanan untuk menangkap pelakunya , sekurang kurangnya,……. ini duh…. ketika pelakunya di laporkan polisi, eeee…malah dilindungi . (Hmmmm…..Piye tho bang ES  kamu ini..)

Dan terhadap korban yang melaporkan pelaku ke polisi, (pelapornya yang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu jamaah,  yang semua kaum muslimin,  lho…) yang berniat berjihad secara riil, menempuh jalan ‘ la ilaha illalloh’ , la maujuda illa Allah,  tiada sesuatu yang maujud kecuali Dzat Allah. Tidak di bela.

Lho …Mereka itu muslimin, asli, bahkan berniat   melakukan tugas suci , dengan biaya sendiri, bukan dengan biaya tauke atau cukong politik, melarungkan jiwa raga didalam memenuhi panggilan Tuhan ;

“Wa adzin fi nnasi bil haji ya’tuka rijalanw wa ala kulli dhomirin ya’tina mingkulli fajin amiqin.” … surat al hajj, yang artinya kurang lebih
“panggillah wahai Rossul, semua manusia, untuk melakukan ibadah umroh dan haji , maka engkau akan melihat mereka berbondong- bondong datang memenuhi panggilan itu dengan naik kuda atau onta yang kurus, atau bahkan berjalan kaki”.

Mereka bukannya dibantu proses hukumnya (tentu dengan kadar setara ketika dia membantu para membela surat al maidah 51 dong), dengan semangat jihad, sehingga masalahnya segera ditangani dan pelakunya dikenakan pasal pasal hukum sebagai “setan belang”.

Sunggguh, saya gak mengerti juga , orang sekelas NYA mau-maunya menjadi penasehat hukum penipu umat Islam,  jamaah umroh, penipu kaum muslimin yang akan beribadah ke kota suci, melaksanakan kerinduan hati.

Perhitungan
Sebagai patokan saya coba tampilkan hitungan ongkos  umroh yang paling masuk nalar sehat jika jama’ah berangkat umroh  ;
tiketnya pp 1, 100 $
Visa antara     100 $
Hotel 11 hari   500 $
(kopor, seragam, handling, muthowif tour lokal Makkah Madinah)
Catering           200 $
Pesawat lokal 150 $
Total 2.050 $, jika 1 dolarnya = Rp 13.000 akan ketemu angka Rp minimal Rp 27 juta sudah …nah kalau hanya pasang tarif Rp 14.500.000 pasti bohong, apalagi dibawah angka itu.