Bangser bukan Banser, Cerita Gus Nuril Diantara Sahabat

1194
Gus Nuril (bersorban hijau) diantara anggota Banser.

Berbeda dengan Ansor, Banser memang memiliki ikatan tersendiri. Meskipun Banser itu bagian dari Ansor, tetapi sahabat Banser cenderung memiliki ikatan kuat . Baik secara gisik atau spirit dan psikologis. Maka kalau usia anggota Ansor akan gugur dengan sendirinya karen batasan usia, jaman saya dulu 41 tahun, kemudian harus naik menjadi anggota NU atau pengurus NU, maka beda dengan Banser..

Semula saya menganggap itu sangat ke daerahan, misalnya hanya di JawaTimur atau Jateng saja yang memiliki fanatisme bawaan.

Eh, di sela sela kunjungan saya dan Ngaji saya ke seluruh Indonesia bahkan di beberapa negara yang ada pengurusnya Ansor, rata rata anggota Bansernya memiliki ikatan keanggotaan seumur hidup.

Mereka tidak mau melepaskan ke Banseran nya (Barisan Ansor Serbaguna), dan tetap merasa menjadi Banser meski usia sudah 60 tahun bahkan lebih.

Mereka lebih bangga disebut banser kawak, dari pada melepas atribut ini….hahahaha….

Maka meski saya sudah tua, karena dulu menjadi komandan Banser Jawa Tengah, bahkan sempat menjadi sesepuh Banser nasional, maka Banser banser kawak dan muda masih menganggap saya Banser.

Gus …saya Bangser ( hahahahaha sebagian merasa lebih afdhol mengucapkan dengan kata Bangser, di tambah huruf “g” daripada Banser)…tahun sekian njenengan kader pada lkt di pekalongan, zaman mas Sofwan Sahlan, dan sahabat Erkham Ar……(keduannya sudah meninggal Allah huma yarkham)…..hahahahaha jadi memang hangat bersua dan bercengkrama di tengah tengah sahabat Banser…sekurang kurangnya kami merasa muda lagi….hahahahaha

Mars… Ijinkan ayah, ijinkan ibu
ijinkan kami pergi berjuang
Di bawah kibaran bendera NU
Majulah ayo maju serba serbu

Tidak kembali pulang
Sebelum kita yang menang
Walau darah menetes di medan perang
Demi agama ku rela berjuang

Maju ayo maju
Kita terus maju
Singkirkan dia dia dia
Kikis habislah mereka
Musuh negara dan ulama

Wahai barisan Ansor serba guna
Dimana engkau berada
Teruskanlah perjuangan
Demi agama
Demi bangsa
Kurela berkorban……

Siapa kita…….