Salam Hormat Buat Dinda Jokowi (Surat terbuka untuk mu wahai pembela wong cilik – dari Gus Nuril)

1804

Salam Hormatku untuk mu Dinda Jokowi, Assalamu alaikum wr wb. Aku kirim nawolo ini sebagai tanda cinta sing tuwo marang kerabat sing anom, kang saiki mangerani wong sak Indonesia.

Saya memang kagum dengan langkah langkah percepatan pembangunan dengan jargon ” revolusi Nuranimu.” . cepet dan beres.tetapi saya lebih senang jika engkau terapkan revolusi taman hati yang dikemas dalam revolusi Pancasila yang ditulis Sahabatku Yudi Latif.

Ketahuilah, banyak rakyat yang bersyukur engkau ternyata lincah dan humoris layaknya ketika Petruk Dadi Ratu dalam lakon pewayangan Semar mbangun khayangan. Waktu itu dia bergelar Petruk Kanthong Bolong wel geduwel bleh..yang mengamankan jamus kalimosodo, mengobrak-abrik khayangan dan mengalahkan semua yang mengaku kesatriya. Baik kesatriya partai atau kesatriya yang mantan penguasa.

Engkau selamatkan dunia dengan dua kalimat syahadat, alias jamus kalimosodo.

Dan engkau serahkan jamus itu kepada adikmu yang sebenarnya menunjukan pemikiran ke baqoan, yaitu Bagong. Namun demikian ketahuilah negara Nusantara akhir akhir ini hanya diributin soal ” ahok dan anis,”, sehingga melupakan perjuangan rakyat semesta yang ingin menegakkan kalimatul haq. Yaitu : “dhoharol fasadu fil bari wal bahri bima kasabat aidinasi liyudiqohum bakdhol ladzi amilu la alahum yarji’un”, maknanya kurang lebih demikian ;

( Telah terjadi kerusakan di muka bumi, baik di darat dan di laut karena ullah manusia maka, Allah menurunkan bala sebagai peringatan, agar kita kembali ke jalur Nya)

Kapitalis

Pola perjuangan revolusimu telah terasakan di indonesia bagian timur, sehingga melupakan bobroknya pembangunan indonesia bagian barat paling tidak di Jawa. Keinginanmu mensetarakan harga semen untuk wilayah indonesia bagian timur, membuat semangat pembangunan pabrik semen di Jawa menggebu nggebu, sehingga melahirkan peluang bagi kapitalis tanpa kontrol. Salah satunya adalah pembangunan semen yang berskala masif menelan rencana modal 6 Trilyun rupiah.di daerah sekitar pegunungan kendeng yang meliputi kawasan kabupaten Rembang, Purwodadi, dan Pati, dan Blora dengan daerah penyangga Kudus.

Tahukah engkau ?, wahai Mas Jokowi ku , bahwa rencana pendirian pabrik ini berulangkali di tentang oleh rakyat kecil. Rakyatmu yang berlindung di partai pengusungmu yang tetap dengan motto pembela rakyat kecil, alias wong cilik? Bahwa perusahaaan yang juga memiliki pabrik Bosowa yang dipimpin Aksa Mahmud, adik ipar mas Yusuf Kala yang kini menjadi wakilmu sebagai Wakil Presiden, juga gagal masuk termasuk kakaknya jendral Suyono yang mantan Kodim Rembang dan Blora juga gagal.

Syeikh Subakir

Kegagalan mereka mendirikan pabrik itu karena mendapatkan perlawanan sengit dari sebagian besar rakyatmu, wong cilikmu ,yang merupakan komunitas sedulur sikep. Mereka adalah Patriot Garuda Nusantara, anggota PGN, yang membelamu, khususnya membela tanah air Nusantara, Ibu pertiwi, Indonesia tercinta.

Kelompok ini di pimpin oleh adikku sendiri Gun Retno, pemuda yang sepenuh semangat hatinya berdiri paling depan untuk menyelamatkan gunung, yang dulu oleh Syeikh Subakir, Guru Sunan Kudus, ditanami rajah kolocokro, untuk menstabilitaskan Pulau Jawa, disamping pengunungan atau bukit Tidar.

Ketahuilah para kapitalis menggunakan kekuasaan lewat para anggota DPR RI yang bermental bayaran untuk menggolkan proyek ini, meskipun amdal nya ngaco dan buatan tangan kotor.Bahkan Mahkamah Agung pun (MA), sudah membatalkan proyek ini.

Namun Gubernur mu Ganjar Pranowo justru membela kapitalis. Bahkan rakyat Jawa tengah dibiarkan tidak dibela Gubernur nya sendiri ketika dilaporkan oleh kuasa hukum warga kapitalis dari propinsi lain.

Ceritanya masih panjang, nanti kalau kita sempat ngopi bareng saya lanjutkan, kita ngobrol antara suadara se bangsa dan se Nusantara. Pendek kata, perjuangan rakyat cilik mu yg bermental revolusi Pancasila itu akan terus berjuang mengingatkan mu akan “amanat penderitaan rakyat”. Engkau dipilih karena mereka percaya padamu, di hatimu ada rakyat yang butuh pertolongan mu, mereka bukan sampah. Sekali lagi mereka Nahdliyin, mereka Marhaen, bukan sampah masyarakat seperti yang diucapkan oleh salah satu anggota, DPR RI teman sejawatmu itu.

Nyemen diri

Kabar terakhir ada saudaraku yang meninggal karena ingin menunjukan protes mepe, berjemur di terik matahari, sebagaimana mbah mbah mereka dahulu dalam menghadapi penjajah Belanda. Hanya saja, mereka kini menggunakan cara yang memilukan, membungkus kaki mereka dengan bethon semen yang akan membungkus kehidupan masyarakat pegunungan Kendeng.

Dan salah satu adiku yang lugu, miskin, namun cinta alam nya, sudah menjadi korban perjuangan. Dia Srikandi Kendeng meninggal dunia dalam laku nyemen diri, Insya Allah mereka syahid. Kami kini sedang berduka.Tetapi percayalah gelombang nyemen diri ini tidak akan berhenti. Sebelum engkau mengembalikan jamus kalimosodo kepada ke Bagong, kelestarian alam kami.

Mas Jokowiku, engkau pernah miskin, dan pernah berjuang seperti mereka, engkau pasti masih mensisakan Roh revolusi Nurani. Yang bagiku adalah ” revolusi taman hati ” Maka saya hanya menghimbau jangan lah Wong cilik mu, engkau korbankan untuk mulut “buthocakil “bernama kapitalis, jangan korbankan alam ini hanya karena senyuman kapitalis.

Salam manis ku untuk mu Adik kinasihku Jokowi.dari kangmas mu di pedepokan Sokotunggal Abdurahman Wahid.
Aku tunggu pawartos becikmu.slamet kabeh nir hing sambikolo, rahayu tsuma salam asalamu alaikum wr wb