Pemkot Surabaya Gelar Produk Pertanian Petenakan dan Perikanan

    313

    SURABAYA (Swaranews) – Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan dan mempromosikan produk pertanian, perikanan dan peternakan di kota Surabaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini menyelenggarakan Gelar Produk Pertanian, Peternakan dan Perikanan di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu (19/2/2017).

    Menurut Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya mengatakan bahwa sebanyak 22 peserta dari kelompok tani, UKM dan komunitas memperkenalkan produk mereka. Dalam kesempatan tersebut komoditas pertanian, peternakan dan perikanan dijual lebih murah dari harga pasar.

    “Tiap minggu ketiga setiap bulannya kita akan menggelar gelar produk pertanian, peternakan dan perikanan. Kita memfasilitasi peserta gelar produk pertanian ini,” ujarnya.
    Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Surabaya pun turut meramaikan dengan pembagian bibit tanaman gratis yang diserahkan langsung oleh walikota kepada masyarakat. Bibit yang dibagi antara lain bibit ocra, tomat, jambu biji, cabe, terong, sirsat, dan sawi.
    Walikota mencontohkan fasilitasi Pemerintah Kota Surabaya kepada warga Made dengan pemberian bibit, subsidi pupuk kompos, dan air. Walikota menambahkan, pihaknya akan melakukan mekanisasi pertanian di daerah Jeruk yang terintegrasi antara pertanian, peternakan dan perikanan.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Joestamadji menyampaikan tujuan diadakannya gelar produk agar hasil para UKM dapat dipasarkan secara langsung kepada masyarakat Surabaya, kemudian mempromosikan hasil dari UKM petani dan nelayan yang dapat dipasarkan dengan harga terjangkau.

    “Mudah-mudahan dari acara gelar produk ini, akan timbul komunikasi antara pembeli dan penjual. Artinya, mereka saling berinteraksi untuk menanyakan bagaimana cara pengolahan bahan dan mengetahui dimana alamat rumah mereka. Dengan begitu pembeli tidak perlu lagi mengeluh dalam membeli bahan-bahan pangan dan pertanian yang selama ini dianggap mahal,” urai Joestamadji.

    Selain itu Joestamadji menyampaikan bahwa melalui gelaran ini diharapkan mampu meningkatkan omset atau penghasilan dari para pelak UMKM tersebut. Sebab selama ini hasil olahan mereka yang sudah dibina oleh Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian belum banyak dikenal oleh masyarakat Surabaya.
    “Inilah saat yang tepat, semoga bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (mar)