Malaysia Minta Korut Taat Hukum

287
Dubes Korut untuk Malaysia Kang Chol (tengah).

KUALA LUMPUR (Swaranews)  – Otoritas Korea Utara (Korut) dan Malaysia sempat terlibat ketegangan diplomatik terkait proses autopsi jenazah Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un yang tewas. Malaysia menyerukan agar Korut mematuhi hukum yang berlaku di Malaysia.

“Korea Utara bisa menolak atau menunjukkan ketidaksepakatan. Tapi kita melakukan hal-hal ini berdasarkan aturan hukum kita. Sesuatu terjadi di negara kita. Kita tidak melakukannya sesuai hukum mereka,” tegas Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri S Subramaniam, kepada wartawan setempat, seperti dilansir kantor berita Bernama, Sabtu (18/2/2017).

“Jika pembunuhan atau kematian (terjadi) di negara kita, maka ada proses yang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas dalam forensik sejauh yang kita ketahui,” imbuhnya.

Subramaniam mengomentari pernyataan keras Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol, yang menuding Malaysia dengan sengaja menolak menyerahkan jenazah Jong-Nam. Otoritas Korut juga sebelumnya meminta Malaysia untuk tidak mengautopsi jenazah Jong-Nam.

Tak hanya itu, Dubes Kang juga menuding Malaysia sengaja menutup-nutupi sesuatu dan bersekongkol dengan ‘kekuatan jahat’ yang ingin membahayakan Korut. Pernyataan itu merujuk pada Korsel, yang merupakan musuh Korut.

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, juga meminta Korut untuk mematuhi aturan hukum Malaysia. Khalid Abu Bakar menyangkal tudingan Korut bahwa Malaysia sengaja menunda proses penyerahan jenazah Jong-Nam kepada Korut.

Ditegaskan Khalid Abu Bakar bahwa penyelidikan tidak akan bisa lengkap sepanjang sampel DNA dari keluarga Jong-Nam tidak didapatkan. Dia menyarankan Korut untuk berkonsultasi dengan pengacara jika tidak sepakat dengan proses hukum di Malaysia.

“Pengacara mereka bisa memberikan saran. Kita punya aturan di Malaysia. Saat berada di Malaysia, semua orang harus mematuhi dan mengikuti aturan … juga berlaku untuk Korea Utara,” ucapnya kepada kantor berita Bernama pada Sabtu (18/2) waktu setempat.

Ditemui pada Jumat (17/2) malam, Dubes Kang tidak menjawab saat ditanya apakah pria Korut yang tewas di Malaysia benar Jong-Nam. Dia hanya berargumen bahwa Korut menolak autopsi karena pria yang tewas, memegang paspor diplomatik dan berada di bawah perlindungan konsuler Korut.

Dubes Kang menegaskan Korut tidak akan mengakui apapun hasil autopsi jenazah Jong-Nam. Dia meminta jenazah itu segera diserahkan ke Korut. Jika tidak, maka Korut akan membawa masalah ini ke Mahkamah Internasional.